Loading...
img

Berita Terkini

img
World Animal Day: Mengenal, Menghargai, dan Melindungi Satwa

Setiap tanggal 4 Oktober, dunia memperingati World Animal Day atau Hari Satwa Sedunia, sebuah momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan, kesejahteraan, dan perlindungan satwa di seluruh dunia. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan lingkungan yang perlu kita kenali, hargai, dan lindungi.Sejarah World Animal DayPeringatan World Animal Day pertama kali diselenggarakan oleh Heinrich Zimmermann di Berlin, Jerman, pada 24 Maret 1925. Zimmermann kemudian mengusulkan tanggal 4 Oktober sebagai hari peringatan World Animal Day karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari perayaan Santo Fransiskus dari Assisi, yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap satwa dan alam.Pada tahun 1931, tanggal 4 Oktober akhirnya ditetapkan sebagai World Animal Day dalam sebuah kongres perlindungan hewan di Florence, Italia.Memahami Kebutuhan dan Kesejahteraan SatwaWorld Animal Day bukan hanya menjadi momen untuk menunjukkan rasa sayang kepada satwa, tetapi juga kesempatan untuk memahami kehidupan dan kebutuhan mereka.Setiap satwa memiliki karakteristik, habitat, perilaku, dan kebutuhan yang berbeda. Dengan mengenal satwa lebih dekat, kita dapat memahami bahwa kesejahteraan satwa tidak hanya berkaitan dengan makanan dan tempat tinggal, tetapi juga kondisi lingkungan, kesehatan, perilaku alami, serta kesempatan untuk menjalani kehidupan sesuai kebutuhannya.Peran Satwa dalam Menjaga Keseimbangan EkosistemSatwa memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kehadiran mereka membantu berlangsungnya berbagai proses alami, seperti penyerbukan, penyebaran biji, pengendalian populasi organisme tertentu, serta menjaga keseimbangan rantai makanan.Namun, keanekaragaman hayati di dunia menghadapi berbagai ancaman. IUCN mencatat bahwa kerusakan habitat, spesies invasif, eksploitasi berlebihan, perdagangan satwa ilegal, pencemaran, dan perubahan iklim merupakan sejumlah ancaman penting bagi kelestarian keanekaragaman hayati.Langkah Sederhana untuk Melindungi SatwaMelalui World Animal Day, kita diajak untuk melihat dunia dari perspektif satwa dan memahami kebutuhan mereka. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membeli atau memelihara satwa liar secara ilegal, menghargai habitat satwa, serta tidak mengganggu perilaku alami mereka.Kepedulian terhadap satwa tidak selalu harus dimulai dari aksi besar. Semuanya dapat berawal dari pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.Peran Kebun Binatang dalam Edukasi dan KonservasiKebun binatang dan institusi konservasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa melalui pendidikan. Interaksi dengan satwa memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal berbagai spesies, memahami perilakunya, dan menyadari pentingnya menjaga kelestarian habitat mereka.Melalui pendekatan edukatif yang tepat, pengalaman melihat satwa tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga dapat menjadi pengalaman belajar yang mendorong kesadaran dan partisipasi dalam menjaga keanekaragaman hayati.Melihat Dunia Melalui Mata SatwaPada peringatan World Animal Day 2026, mari berupaya untuk “melihat dunia melalui mata mereka” dengan memahami perspektif dan kebutuhan satwa.Dengan mengenal, memahami, dan menghargai kebutuhan setiap satwa, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi mereka. Sebab, melindungi satwa berarti turut menjaga bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam yang juga kita nikmati.Selamat Hari Satwa Sedunia!Mari terus mengenal, menghargai, dan melindungi satwa demi kelestarian keanekaragaman hayati.Penulis:Akhsania Fayza ArsantiPariwisata, Universitas Negeri Yogyakarta

img
International Zookeeper Day: Mengenal Peran Zookeeper di Gembira Loka Zoo

Saat berkunjung ke Gembira Loka Zoo, kita sering melihat zookeeper membawa ember pakan dan membagikannya kepada satwa. Pemandangan tersebut memang menjadi bagian dari pekerjaan mereka. Namun, di balik itu, ada banyak tugas lain yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa.Dalam rangka International Zookeeper Day, mari mengenal lebih dekat berbagai peran zookeeper di Gembira Loka Zoo yang tidak hanya sebatas menyiapkan pakan.Membersihkan HabitatHari kerja seorang zookeeper umumnya dimulai dengan membersihkan area habitat satwa. Kegiatan ini meliputi membuang sisa pakan, membersihkan kotoran, mengganti air minum, hingga merapikan area kandang.Habitat yang bersih membantu mencegah munculnya penyakit serta menjaga satwa tetap nyaman di lingkungannya.Mengamati Perilaku SatwaSebagai pihak yang paling sering berinteraksi dengan satwa, zookeeper terbiasa mengenali kebiasaan setiap individu yang dirawatnya. Pengamatan dilakukan setiap hari, mulai dari cara satwa bergerak dan berinteraksi hingga merespons lingkungan sekitarnya.Perubahan kecil, seperti nafsu makan yang menurun atau satwa yang lebih sering menyendiri, dapat menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan atau stres.Membuat EnrichmentSelain kebutuhan makan dan tempat tinggal, satwa juga membutuhkan stimulasi agar tetap aktif dan tidak bosan. Karena itu, zookeeper membuat enrichment, yaitu aktivitas atau menyediakan benda yang dapat merangsang satwa untuk menunjukkan perilaku alaminya.Bentuknya beragam, mulai dari menyembunyikan pakan dan menyediakan mainan hingga mengubah tata letak habitat. Melalui enrichment, satwa memiliki kesempatan untuk bereksplorasi dan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan sifat alaminya.Memastikan KeamananSebelum melakukan aktivitas bersama satwa, zookeeper memastikan keamanan area kandang dengan memeriksa setiap bagian serta memastikan pintu dan pengaman terkunci dengan baik.Zookeeper juga mengamati kondisi satwa untuk memastikan mereka tetap aktif dan dalam keadaan normal, serta memeriksa kemungkinan adanya luka atau cedera. Pengecekan ini dilakukan untuk menjaga keamanan satwa sekaligus memastikan lingkungan tempat mereka berada tetap aman dan nyaman.Melatih SatwaDalam proses training, zookeeper terlebih dahulu menyiapkan alat seperti target stick dan clicker, kemudian mengamati karakter serta respons satwa untuk memastikan latihan dapat dilakukan dengan aman.Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari memanggil nama satwa dan mengamati responsnya hingga melatih satwa untuk mendekat. Setiap respons positif diberikan reward sebagai bentuk penguatan. Selanjutnya, zookeeper membangun ikatan dan kepercayaan melalui interaksi yang sesuai dengan karakter satwa.Berkoordinasi dengan Dokter HewanDalam menjaga kesehatan satwa, zookeeper bekerja sama dengan dokter hewan. Mereka melaporkan kondisi satwa, membantu proses pemeriksaan atau pengobatan, serta memastikan satwa mendapatkan perawatan yang sesuai.Kerja sama ini membantu memastikan satwa mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat saat dibutuhkan.Peran Penting di Balik Kesejahteraan SatwaZookeeper mungkin lebih sering dikenal melalui kegiatan memberi pakan. Namun, di balik kegiatan tersebut, terdapat berbagai tugas penting, mulai dari membersihkan habitat, mengamati perilaku, mencatat kondisi satwa, membuat enrichment, memastikan keamanan, melatih satwa, hingga berkoordinasi dengan dokter hewan.Memahami berbagai peran tersebut membantu kita menyadari bahwa kesejahteraan satwa di Gembira Loka Zoo merupakan hasil dari perawatan yang dilakukan secara konsisten setiap hari.Selamat International Zookeeper Day!Mari terus mengenal satwa, menghargai peran para penjaganya, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.Penulis:Tanaya Irma AzaliaPariwisata, Universitas Negeri YogyakartaDinda Restu SafitriPariwisata, Universitas Negeri Yogyakarta

img
November Makin Seru, GembiRun Loka 2026 Hadir dengan Rute Spesial

Yogyakarta, 28 September 2026 – Gembira Loka Zoo (GL Zoo) kembali menghadirkan GembiRun Loka 2026, ajang family fun run yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Gembira Loka Zoo. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Minggu, 8 November 2026, bertempat di kawasan Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.GembiRun Loka kembali membawa konsep olahraga yang dipadukan dengan pengalaman rekreasi dan edukasi. Dengan target 2.300 peserta, kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi keluarga, komunitas, maupun masyarakat umum untuk menikmati aktivitas fisik dalam suasana yang menyenangkan sekaligus mengenal lebih dekat berbagai aspek konservasi dan kehidupan satwa. Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana Gembira Loka Zoo melalui pengalaman yang seru dan edukatif di sepanjang perjalanan.Berbeda dari kegiatan lari pada umumnya, peserta GembiRun Loka 2026 akan diajak menikmati perjalanan di dalam kawasan Gembira Loka Zoo dengan berbagai pengalaman yang telah disiapkan di sepanjang rute. Sejumlah games dan aktivitas interaktif akan ditempatkan di beberapa titik jalur, sehingga peserta tidak hanya berlari atau berjalan, tetapi juga dapat menikmati berbagai tantangan dan pengalaman selama perjalanan.Salah satu hal yang menjadi daya tarik GembiRun Loka 2026 adalah adanya rencana rute spesial yang akan melewati kawasan Kebun Raya. Kehadiran rute tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati pengalaman menyusuri jalur yang berbeda dari rute utama sekaligus melihat sisi lain kawasan Gembira Loka Zoo.Selain rute spesial, peserta juga akan diajak mengenal Gembira Loka Zoo lebih dalam melalui rute yang biasa dilewati oleh keeper. Sepanjang perjalanan, peserta dapat menemukan berbagai informasi dan pengalaman edukatif mengenai satwa, lingkungan, serta kawasan yang menjadi bagian dari Gembira Loka Zoo. Dengan demikian, perjalanan GembiRun Loka 2026 tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga kesempatan bagi peserta untuk melihat dan mengenal lebih dekat berbagai sisi Gembira Loka Zoo.Kehadiran berbagai pengalaman di sepanjang rute diharapkan memberikan perspektif baru bagi peserta dalam menikmati kawasan Gembira Loka Zoo. Selain pengalaman di sepanjang rute, GembiRun Loka 2026 juga menghadirkan Race Village sebagai area aktivitas pasca-lari yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peserta.Di Race Village, peserta dapat mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan, mulai dari games berhadiah, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian doorprize, lomba kostum, senam sehat, kesempatan memutar wheel prize, hingga berbagai hiburan menarik yang akan memeriahkan kegiatan hingga pukul 10.00 WIB.“Melalui GembiRun Loka 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kegiatan lari. Kami ingin peserta dapat menikmati olahraga bersama keluarga, menemukan berbagai pengalaman di sepanjang rute, sekaligus mengenal Gembira Loka Zoo dengan cara yang berbeda,” ujar Leonardo Niko Tirtono, Ketua Pelaksana GembiRun Loka.“Tahun ini kami juga menyiapkan beberapa pengalaman baru, termasuk rencana rute spesial Kebun Raya. Peserta juga akan diajak mengenal Gembira Loka Zoo lebih dalam melalui rute yang biasa dilewati oleh keeper, sehingga perjalanan tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif mengenai satwa dan kawasan Gembira Loka Zoo. Setelah menyelesaikan rute, peserta dapat menikmati berbagai kegiatan di Race Village, mulai dari edukasi, permainan, hiburan, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya. Kami berharap setiap peserta dapat membawa pulang pengalaman yang beragam, mulai dari berolahraga, belajar, bermain, hingga menikmati momen kebersamaan bersama keluarga,” lanjutnya.GembiRun Loka 2026 juga menghadirkan edukasi terkait pilah sampah sebagai salah satu kampanye Gembira Loka Zoo untuk memberikan kontribusi nyata bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Peserta dapat mengikuti games edukasi pilah sampah yang dirancang secara menyenangkan dan interaktif. Melalui aktivitas ini, peserta diajak mengenali jenis sampah sekaligus memahami pentingnya memilah sampah dengan tepat.Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Gembira Loka Zoo untuk mendorong kebiasaan sederhana yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan.Dengan rangkaian kegiatan yang semakin variatif dan penuh makna, GembiRun Loka 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sarana edukasi, kepedulian lingkungan, serta wadah mempererat kebersamaan keluarga. Melalui semangat sehat, bahagia, dan cinta satwa, Gembira Loka Zoo ingin menjadikan perayaan HUT ke-73 ini sebagai momen berkesan bagi seluruh peserta sekaligus langkah nyata menuju kehidupan yang lebih peduli dan berkelanjutan.Contact PersonMarketing Communicationshumas@gembiralokazoo.com+62 895-4007-17939

img
Mengenal Alpaka, Satwa Berbulu Lembut dengan Beragam Keunikan

Alpaka (Vicugna pacos) dikenal sebagai satwa dengan penampilan yang lembut dan menggemaskan. Rambutnya yang tebal dan menyerupai kapas membuat alpaka mudah dikenali. Namun, di balik penampilannya tersebut, alpaka memiliki berbagai karakteristik dan perilaku unik yang berkaitan dengan cara mereka beradaptasi dengan lingkungan.Dalam rangka Hari Alpaka Sedunia, mari mengenal lebih dekat satwa yang masih termasuk dalam keluarga unta ini.Bagian dari Keluarga UntaMeskipun penampilannya berbeda jauh dari unta yang biasa kita kenal, alpaka ternyata masih termasuk dalam keluarga unta. Alpaka juga berkerabat dengan llama, yang memiliki ukuran tubuh cenderung lebih besar.Di antara kerabatnya dalam keluarga unta, alpaka memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil. Karakteristik tersebut menjadi salah satu hal yang membuat alpaka mudah dibedakan dari kerabatnya.Rambut Seperti KapasSalah satu ciri khas alpaka adalah rambutnya yang tebal dan terlihat seperti kapas. Selain memberikan penampilan yang menarik, rambut alpaka memiliki karakteristik yang mendukung kehidupannya.Rambut alpaka memiliki sifat tahan air dan mampu menyerap kelembapan. Karakteristik ini menjadi salah satu keunikan yang dimiliki tubuh alpaka.Bibir yang Membantu Mengambil MakananAlpaka memiliki bibir atas yang terbelah dan mampu membantu memegang makanan. Struktur ini membuat alpaka dapat mengambil tanaman pegunungan yang pendek dengan lebih efisien.Kemampuan tersebut menunjukkan bagaimana bentuk tubuh satwa dapat mendukung cara mereka memperoleh makanan dari lingkungan tempat hidupnya.Leher Panjang dengan Jangkauan Pandang LuasSelain rambutnya, alpaka juga memiliki leher yang panjang. Struktur tubuh ini mendukung alpaka untuk memiliki jangkauan pandang yang luas.Jangkauan pandang tersebut membantu alpaka dalam memperhatikan lingkungan sekitarnya, termasuk mendeteksi keberadaan predator.Alpaka Bisa Meludah?Di balik wajahnya yang terlihat kalem, alpaka ternyata memiliki perilaku yang mungkin cukup mengejutkan.Ketika merasa marah atau terganggu, alpaka memiliki kebiasaan meludah sebagai salah satu bentuk responsnya.Karena itu, meskipun alpaka terlihat jinak dan menggemaskan, penting bagi kita untuk tetap memahami perilaku satwa dan memberikan ruang yang nyaman bagi mereka.Dapat Hidup hingga 20 TahunDi alam, alpaka dapat hidup sekitar 15 hingga 20 tahun. Selama kehidupannya, berbagai karakteristik fisik dan perilaku yang dimiliki alpaka membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan.Mengenal Satwa Lebih dari Sekadar PenampilannyaAlpaka mungkin dikenal karena bulunya yang lembut dan wajahnya yang menggemaskan. Namun, di balik penampilan tersebut terdapat berbagai karakteristik menarik, mulai dari hubungan kekerabatannya dengan unta dan llama, rambut yang mampu menyerap kelembapan, bibir atas yang terbelah, leher panjang, hingga perilakunya saat merasa terganggu.Mengenal karakteristik tersebut membantu kita memahami bahwa setiap satwa memiliki cara tersendiri untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.Selamat Hari Alpaka Sedunia! 🦙🌿 Mari terus mengenal satwa, memahami perilakunya, dan menumbuhkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.Penulis: Leonardus Wical Zelena Arga

img
Mengenal Kasuari, Si Penjaga Hutan dari Timur

Kasuari (Casuarius casuarius) merupakan salah satu burung yang memiliki karakteristik sangat unik. Tidak seperti banyak jenis burung lainnya, kasuari merupakan burung yang tidak dapat terbang. Namun, keterbatasan tersebut tidak membuatnya kehilangan kemampuan untuk bertahan hidup. Dengan kaki yang kuat, tubuh yang khas, serta perannya dalam menyebarkan biji tumbuhan, kasuari menjadi salah satu satwa yang memiliki peranan penting bagi ekosistem hutan.Dalam rangka Hari Kasuari Sedunia, mari mengenal lebih dekat satwa unik yang hidup di kawasan Australia bagian timur laut, Papua, dan pulau-pulau di sekitarnya, terutama di habitat hutan tropis.Burung yang Tidak Bisa Terbang dengan Kaki yang KuatSebagai burung yang tidak dapat terbang, kasuari mengandalkan kedua kakinya untuk bergerak. Kaki kasuari sangat kuat dan mendukung kemampuannya untuk berjalan, berlari, serta mempertahankan diri.Kasuari memiliki tiga jari pada setiap kakinya. Salah satu jarinya dilengkapi dengan kuku yang panjang dan tajam yang dapat digunakan sebagai bagian dari mekanisme pertahanan dirinya.Karakteristik ini membuat kaki menjadi salah satu bagian tubuh kasuari yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Memiliki “Helm” di Atas KepalaSalah satu ciri kasuari yang paling mudah dikenali adalah struktur seperti helm yang terdapat di bagian atas kepalanya. Struktur tersebut disebut casque.Fungsi casque masih terus diteliti. Struktur ini diduga memiliki kaitan dengan komunikasi dan perlindungan, sehingga menjadi salah satu karakteristik kasuari yang menarik untuk dipelajari.Selain casque, kasuari juga memiliki kemampuan menghasilkan suara berfrekuensi sangat rendah yang dapat digunakan untuk berkomunikasi.Pemakan Buah yang Membantu Hutan Menyebarkan BijiKasuari banyak memakan buah sebagai bagian dari makanannya. Namun, aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan makan.Setelah memakan buah, kasuari dapat membantu menyebarkan biji tumbuhan melalui kotorannya. Dengan demikian, kasuari turut berperan dalam penyebaran tumbuhan di habitatnya.Peran tersebut membuat keberadaan kasuari memiliki keterkaitan dengan dinamika ekosistem hutan. Kasuari tidak hanya menjadi bagian dari keanekaragaman hayati, tetapi juga berinteraksi dengan tumbuhan di lingkungan tempat hidupnya.Kasuari Jantan yang Mengasuh AnakKasuari juga memiliki pola pengasuhan yang menarik.Setelah betina bertelur, kasuari jantan bertugas mengerami telur dan merawat anaknya. Peran tersebut menjadikan kasuari jantan sebagai bagian penting dalam proses pengasuhan anak setelah telur diletakkan.Anak kasuari memiliki warna cokelat dengan garis-garis memanjang. Pola tersebut membantu anak kasuari berkamuflase di lingkungan hutan sehingga lebih sulit terlihat di antara vegetasi.Hidup di Hutan TropisKasuari dapat ditemukan di Australia bagian timur laut, Papua, dan pulau-pulau di sekitarnya. Habitatnya terutama berupa kawasan hutan tropis yang menyediakan sumber makanan dan lingkungan yang sesuai untuk kehidupannya.Keberadaan kasuari di habitat tersebut menunjukkan bagaimana setiap satwa memiliki hubungan dengan lingkungan tempat mereka hidup.Tidak Hanya Satu Jenis KasuariKasuari terdiri atas beberapa spesies. Beberapa di antaranya adalah: - Kasuari selatan (Casuarius casuarius) - Kasuari utara (Casuarius unappendiculatus) - Kasuari kerdil (Casuarius bennetti) Kasuari selatan atau Casuarius casuarius merupakan salah satu spesies yang memiliki ciri khas berupa casque, kaki yang kuat, serta kemampuan sebagai pemakan buah dan penyebar biji.Mengenal Satwa, Memahami PerannyaKasuari mungkin tidak dapat terbang seperti banyak burung lainnya. Namun, satwa ini memiliki berbagai adaptasi dan perilaku yang membuatnya istimewa.Mulai dari kaki yang kuat, casque di kepala, suara berfrekuensi sangat rendah, hingga perannya dalam membantu penyebaran biji tumbuhan, kasuari menunjukkan bahwa setiap satwa memiliki peran dan hubungan dengan ekosistemnya.Hari Kasuari Sedunia menjadi momentum untuk mengenal kasuari lebih dekat dan memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati serta habitat tempat satwa hidup. Mari kenali satwa, pahami perannya, dan bersama-sama mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati.Penulis: Leonardus Wical Zelena Arga

img
Ikatan Kuat Orang Utan dan Bayinya: Belajar Bertahan Hidup dari Sang Induk

Di balik tatapan tenang seekor orang utan, terdapat sebuah proses panjang dalam membesarkan generasi berikutnya. Orang utan (Pongo spp.) dikenal memiliki ikatan yang sangat kuat antara induk dan anak. Hubungan tersebut bukan sekadar ikatan kasih sayang, tetapi menjadi bagian penting dari proses belajar dan bertahan hidup di alam liar.Selalu Dekat pada Tahun-Tahun PertamaPada masa awal kehidupannya, bayi orang utan hampir selalu berada di dekat induknya. Dalam sekitar dua tahun pertama, bayi orang utan akan berpegangan erat pada tubuh induknya ketika mereka berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.Kemampuan untuk bergantung dan berpegangan pada induk sangat penting bagi bayi orang utan yang hidup di lingkungan hutan. Kanopi pepohonan merupakan tempat utama bagi orang utan untuk beraktivitas, mencari makanan, beristirahat, dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.Seiring bertambahnya usia, bayi mulai menjadi lebih aktif dan berani menjelajah di sekitar induknya. Namun, sang induk tetap menjadi tempat berlindung sekaligus sumber pembelajaran utama.Belajar dari Sang IbuHubungan antara induk dan anak orang utan berlangsung selama bertahun-tahun. Anak orang utan dapat sangat bergantung pada induknya hingga sekitar usia 6–7 tahun, bahkan proses belajar dan interaksi dengan induk dapat berlangsung lebih lama.Selama masa tersebut, induk mengajarkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan anak untuk hidup mandiri. Anak belajar mengenali berbagai jenis makanan, mengetahui bagian tumbuhan yang dapat dimakan, menemukan sumber makanan, serta memahami cara berpindah dan beraktivitas dengan aman di antara pepohonan.Anak juga belajar dengan cara mengamati perilaku induknya. Mereka mengikuti, memperhatikan, kemudian mencoba melakukan sendiri berbagai hal yang dilakukan oleh sang induk.Dengan demikian, induk bukan hanya berperan sebagai pelindung, tetapi juga sebagai “guru” pertama bagi anaknya.Masa Kanak-Kanak yang PanjangDibandingkan banyak mamalia lainnya, orang utan memiliki masa kanak-kanak yang sangat panjang. Hal ini berkaitan erat dengan banyaknya keterampilan yang harus dikuasai sebelum mereka benar-benar mampu hidup mandiri.Hutan merupakan lingkungan yang kompleks. Untuk bertahan hidup, orang utan perlu memiliki kemampuan mengenali sumber makanan, memahami lingkungan, berpindah di antara pepohonan, serta mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai situasi.Proses tersebut tidak dapat dikuasai dalam waktu singkat. Karena itu, anak orang utan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk belajar dari induknya sebelum akhirnya mampu menjalani kehidupan secara mandiri.Ikatan yang Menjadi Bekal untuk Bertahan HidupKedekatan antara induk dan bayi orang utan menunjukkan bahwa hubungan sosial memiliki peran penting dalam kehidupan satwa. Ikatan yang kuat memberikan rasa aman bagi anak sekaligus menciptakan kesempatan untuk belajar secara langsung dari individu yang lebih berpengalaman.Setiap gerakan, pilihan makanan, dan cara berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya merupakan bagian dari proses pembelajaran.Masa kanak-kanak yang panjang bukan berarti orang utan terlambat berkembang. Justru, lamanya masa tersebut menunjukkan betapa kompleksnya keterampilan yang perlu mereka kuasai untuk dapat bertahan hidup di alam liar.Dari pelukan sang induk hingga keberanian menjelajah sendiri, setiap tahap pertumbuhan merupakan bagian dari perjalanan panjang seekor orang utan untuk menjadi mandiri.Tahukah Sobat Satwa?Orang utan memiliki salah satu periode ketergantungan anak-induk terpanjang di antara primata. Lamanya hubungan ini memungkinkan anak mendapatkan waktu yang cukup untuk mempelajari berbagai keterampilan penting sebelum hidup mandiri.Penulis: Leonardus Wical Zelena ArgaSumber:Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute — OrangutanWorld Wildlife Fund (WWF) — OrangutanInternational Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List — Pongo spp.Rijksen, H. D. (1978). A Field Study on Sumatran Orang Utans (Pongo pygmaeus abelii Lesson 1827). Wageningen University.

img
Rahasia Sehatnya Sang Raja: Mengenal Perawatan Singa Afrika

Singa Afrika (Panthera leo) merupakan salah satu predator besar yang memiliki karakteristik dan kebutuhan perawatan khusus. Sobat Satwa, tahukah kamu bahwa menjaga kesehatan dan kesejahteraan singa membutuhkan berbagai bentuk perawatan? Di Gembira Loka Zoo, perawatan singa dilakukan melalui beberapa aspek, mulai dari kebersihan kandang, pemberian pakan, enrichment, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.Kebersihan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan singa. Kandang exhibit dan kandang tidur atau Back of House (BOH) dibersihkan secara rutin setiap hari. Lingkungan yang bersih membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan satwa selama berada dalam perawatan.Sebagai satwa karnivora, singa membutuhkan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan hariannya. Setiap hari, singa mendapatkan sekitar 4-6,5 kg daging, yang umumnya berupa daging kerbau dan ayam. Selain pengaturan pakan, singa juga mendapatkan jadwal puasa sebanyak dua kali dalam seminggu sebagai bagian dari pengelolaan pola makan dan perawatan satwa.Perawatan singa tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik. Enrichment juga diberikan secara rutin untuk memberikan stimulasi dan mendorong munculnya perilaku alami. Salah satunya menggunakan hessian bag untuk merangsang indra penciuman. Daging juga dapat dibalut dengan alang-alang untuk mendorong perilaku mencari makan, eksplorasi, dan pemecahan masalah.Kesehatan singa juga dipantau melalui Medical Check-Up (MCU). Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik, darah, X-ray, USG, serta pemeriksaan kesehatan gigi. MCU biasanya berlangsung selama 1-2 jam dan dapat dilakukan di kandang tidur, terutama untuk satwa berukuran besar, atau di klinik sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.Sebelum MCU dilakukan, singa diberikan anestesi melalui suntikan pada bagian paha kaki belakang. Setelah pemeriksaan selesai, singa akan diobservasi selama beberapa jam untuk memastikan kondisinya tetap stabil dan efek anestesi mulai berkurang. Setelah kondisinya dinilai cukup pulih, singa baru diperbolehkan makan dan minum.Berbagai bentuk perawatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan singa. Perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana membantu memastikan kebutuhan fisik serta perilaku satwa tetap terpenuhi.Melalui World Lion Day yang diperingati setiap 10 Agustus, mengenal lebih dekat perawatan singa dapat menjadi salah satu langkah untuk memahami pentingnya menjaga kesejahteraan satwa. Jadi, Sobat Satwa, di balik sosoknya sebagai predator besar, singa juga membutuhkan perawatan yang kompleks dan penanganan yang tepat untuk mendukung kesehatan serta kesejahteraannya.Penulis:Anisah Hafizhah Fillah MansyuruddinBahasa Inggris, Universitas Gadjah MadaReferensi: REACHFAR. (n.d.). Prinsip dasar perawatan singa di lingkungan terkontrol.https://reachfar.org/prinsip-dasar-perawatan-singa-di-lingkungan-terkontrol/

img
Sama-Sama Kucing, Tapi Beda Klan: Mengenal Kekerabatan Kucing Domestik dan Harimau

Pernahkah Sobat Satwa memperhatikan tingkah kucing peliharaan di rumah yang suka meregangkan badan, mengasah kuku, atau mengendap-endap saat mengejar mainan? Gerakan-gerakan khas tersebut sangat mirip dengan gaya berburu Harimau di alam liar. Tak mengherankan, sebab Kucing domestik (Felis catus) dan Harimau (Panthera tigris) memang berada di bawah naungan famili yang sama, yaitu Felidae atau keluarga kucing-kucingan. Walaupun berbagi garis keturunan evolusi yang sama, ukuran tubuh, habitat, hingga perilaku keduanya berbeda cukup signifikan karena terbagi ke dalam dua subfamili yang berbeda.Harimau tergolong ke dalam subfamili Pantherinae yang mencakup 7 spesies kucing besar dunia, seperti Harimau, Singa, Jaguar, Macan Tutul (Leopard), Macan Tutul Salju (Snow Leopard), Macan Dahan (Clouded Leopard), dan Macan Dahan Sunda. Kelompok ini dikenal dengan ukuran tubuh yang besar, kekuatan fisik yang luar biasa, kemampuan berburu yang sangat tangguh, serta struktur tenggorokan khusus yang memungkinkan mereka untuk mengaum.Sementara itu, Kucing domestik yang sering kita jumpai sehari-hari masuk ke dalam subfamili Felinae. Subfamili ini mencakup sekitar 30 spesies kucing berukuran kecil hingga sedang, mulai dari kucing rumah hingga berbagai spesies kucing liar unik di berbagai belahan dunia. Berbeda dengan kelompok Pantherinae, anggota Felinae umumnya tidak dapat mengaum, melainkan berkomunikasi dengan suara mendengkur (purr).Dalam rangka memperingati World Cat Day, Sobat Satwa bisa melihat dan mengenal lebih dekat keunikan dari kedua subfamili ini langsung di Zona Cakar Gembira Loka Zoo. Untuk klan kucing besar atau subfamili Pantherinae, Gembira Loka Zoo memiliki koleksi Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Singa (Panthera leo), dan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Sedangkan untuk klan kucing kecil hingga sedang dari subfamili Felinae, Sobat Satwa dapat menjumpai Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus), Karakal (Caracal caracal), dan Serval (Leptailurus serval).Momen Hari Kucing Sedunia ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian seluruh spesies kucing di dunia. Mari bersama-sama menjaga habitat alami mereka serta mendukung upaya konservasi demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Sampai jumpa di Gembira Loka Zoo, Sobat Satwa!Penulis: Nahara Kana Taqiyya Nugraha Bahasa Inggris, Universitas Gadjah MadaReferensi: Wild Cat Family. Panthera Lineage & Felidae Classification. Diakses dari https://www.wildcatfamily.com/panthera-lineage/

img
World Nature Conservation Day: Bersama Menjaga Satwa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Halo Sobat Satwa! Setiap tanggal 28 Juli, dunia memperingati World Nature Conservation Day sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan sumber daya bumi. Peringatan ini mengajak kita untuk semakin peduli terhadap lingkungan melalui berbagai upaya berkelanjutan, mulai dari melindungi habitat alami hingga menjaga keberlangsungan hidup satwa liar. Di tengah berbagai tantangan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran, kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bumi.Salah satu satwa yang menjadi perhatian dalam upaya konservasi adalah orangutan, primata endemik Indonesia yang populasinya di alam terus mengalami penurunan. Deforestasi, alih fungsi lahan, perburuan, serta konflik dengan manusia menjadi beberapa faktor yang mengancam kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, perlindungan terhadap orangutan tidak hanya berfokus pada pelestarian habitat, tetapi juga pada penerapan standar kesejahteraan satwa yang semakin baik.Sebagai Lembaga Konservasi, Gembira Loka Zoo berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian satwa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan standar pengelolaan yang mengacu pada praktik terbaik internasional, sebagai bagian dari roadmap menuju keanggotaan World Association of Zoos and Aquariums (WAZA).Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah rencana penghentian partisipasi orangutan Desi dalam Presentasi Edukasi Satwa (PES) Mamalia. Dengan penghentian ini, Desi diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengekspresikan perilaku alaminya, sehingga kesejahteraannya dapat terus terjaga sesuai dengan prinsip konservasi modern yang mengutamakan kebutuhan satwa.Peringatan World Nature Conservation Day menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa konservasi bukan hanya tentang melindungi satwa dari kepunahan, tetapi juga memastikan setiap satwa mendapatkan kehidupan yang layak sesuai dengan perilaku alaminya. Mari bersama-sama mendukung upaya pelestarian alam dan satwa, karena setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan membawa dampak besar bagi keberlangsungan keanekaragaman hayati di masa depan.------Hello, Animal Lovers! Every year on July 28, the world celebrates World Nature Conservation Day as a reminder of the importance of protecting our planet's natural resources and preserving biodiversity. This global observance encourages people to adopt sustainable practices and take collective action to address environmental challenges such as climate change, biodiversity loss, and pollution.One of the wildlife species that deserves our attention is the orangutan, an endemic primate of Indonesia whose population continues to decline in the wild. Habitat loss, deforestation, poaching, and human-wildlife conflict remain some of the greatest threats to its survival. Therefore, orangutan conservation is not only about protecting their natural habitats but also about ensuring their welfare under the highest standards of animal care.As a conservation institution, Gembira Loka Zoo is committed to supporting wildlife conservation while continuously improving animal welfare standards. This commitment is reflected in the zoo's efforts to implement international best practices as part of its roadmap toward membership in the World Association of Zoos and Aquariums (WAZA).One of these efforts is the planned retirement of Desi, an orangutan at Gembira Loka Zoo, from the Mammal Animal Education Presentation (PES). This decision will allow Desi to express her natural behaviors more freely and enjoy an environment that better supports her physical and psychological well-being, in line with the principles of modern conservation and animal welfare.On this World Nature Conservation Day, let us remember that conservation is not only about preventing wildlife from becoming extinct. It is also about ensuring that every animal can live in conditions that support its natural behaviors and overall well-being. Together, we can contribute to protecting wildlife and preserving nature for future generations. Penulis:Anisah Hafizhah Fillah MansyuruddinBahasa Inggris, Universitas Gadjah Mada Referensi:Wibawana, W. A. (2025, July 28). Hari Konservasi Alam Sedunia 28 Juli: Tujuan dan cara merayakan. Detiknews.

WhatsApp