Rahasia "Gigi Abadi" Buaya Senyulong, Si Pemalu Penghuni Gembira

Halo Sobat Satwa! Kalau manusia hanya bisa menumbuhkan giginya sebanyak dua kali seumur hidup, satwa eksotis nan pemalu ini tidak pernah ompong karena mampu menumbuhkan 80 giginya sampai 50 kali sepanjang hidupnya, lho!
Dalam rangka menyambut tanggal 17 Juni 2026 yang ditetapkan sebagai Hari Buaya Sedunia, yuk kita berkenalan dengan salah satu jenis buaya di Gembira Loka Zoo, yaitu Buaya Senyulong!
Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) merupakan buaya yang tinggal di rawa gambut, sungai pedalaman, maupun perairan tawar yang tenang lainnya dan cenderung menghindari permukiman manusia. Karena itu, Buaya Senyulong disebut dengan buaya pemalu! Populasinya tersebar di wilayah Indonesia—tepatnya di Pulau Kalimantan, Sumatra, Jawa—serta beberapa kawasan di Negara Malaysia dan Brunei. Statusnya dalam Daftar Merah IUCN (International Union and Conservation Nature) kini terancam punah (Endangered). Diperkirakan populasinya tersisa 2.500 ekor Buaya Senyulong di seluruh dunia akibat hilangnya habitat arena deforestasi besar-besaran.
Dibalik statusnya yang kini terancam punah, buaya bermoncong pipih panjang ini termasuk hewan polyphyodont yang mampu menumbuhkan gigi baru di sepanjang hidupnya. Buaya Senyulong dapat bertahan hidup hingga usia rata-rata 35 sampai 75 tahun dan meregenerasi 80 giginya sebanyak 50 kali.
Di bawah setiap gigi buaya, sebenarnya sudah ada gigi pengganti kecil dan jaringan sel punca (stem cells) yang mengantri di dalam gusi. Jadi, buaya sudah menyiapkan "pasukan cadangan" sejak awal tepat sebelum gigi buaya ompong. Begitu gigi utama lepas saat berburu, ruang kosong tersebut secara otomatis memicu jaringan gusi untuk mendorong gigi pengganti naik ke permukaan. Bersamaan dengan itu, sel punca di bawahnya langsung memproduksi bakal gigi baru untuk antrian berikutnya hingga 50 kali seumur hidup.
Kemampuan tersebut menjadi senjata utama buaya untuk bertahan hidup di alam liar. Buaya Senyulong tidak mengunyah mangsanya melainkan mencabik dan merobeknya, sehingga giginya rentan mengalami keausan, patah, ataupun rusak saat menjepit mangsa.
Melalui momen Hari Buaya Sedunia ini, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap kelestarian Buaya Senyulong. Sesuai dengan tujuan dicetuskannya World Croc Day sejak tanggal 17 Juni 2017 oleh Crocodile Research Coalition (CRC), yuk bersama-sama kita jaga habitat aslinya agar si pemilik "gigi abadi" ini bisa terus lestari di sungai-sungai Nusantara. Selamat Hari Buaya Sedunia!
Penulis:
Nahara Kana Taqiyya Nugraha
Bahasa Inggris, Universitas Gadjah Mada
Referensi:
Crocodile Research Coalition (CRC). (2017). World Croc Day. Diakses dari https://crocodileresearchcoalition.org/world-croc-day
Hananto, A. (2026, 10 Juni). Senyulong, Buaya Pemalu yang Habitatnya Menghilang dan Kini Terpaksa Mendekati Manusia. Mongabay.co.id. Diakses dari https://mongabay.co.id/short-article/2026/06/senyulong-buaya-pemalu-yang-habitatnya-menghilang-dan-kini-terpaksa-mendekati-manusia/
Al Khair, Y. I. (2021, 6 Mei). Buaya Senyulong, Reptil Pemalu Penghuni Perairan Rawa. Greeners.Co. Diakses dari https://www.greeners.co/flora-fauna/buaya-senyulong-reptil-pemalu-penghuni-perairan-rawa/
Nuwer, R. (2013, 13 Mei). Solving an Alligator Mystery May Help Humans Regrow Lost Teeth (Memecahkan Misteri Aligator yang Mungkin Dapat Membantu Manusia Menumbuhkan Kembali Gigi yang Tanggal). Smithsonianmag.com. Diakses dari https://www.smithsonianmag.com/science-nature/solving-an-alligator-mystery-may-help-humans-regrow-lost-teeth-60257334/