Hari Ular Sedunia: Fakta dan Mitos tentang Ular, Mana yang Benar?

Halo Sobat Satwa! Saat mendengar kata ular, banyak orang langsung merasa takut. Tidak sedikit pula anggapan yang berkembang di masyarakat, seperti semua ular berbisa, ular selalu mengejar manusia, atau kulit ular berlendir. Padahal, sebagian besar anggapan tersebut hanyalah mitos. Dalam rangka memperingati Hari Ular Sedunia setiap tanggal 16 Juli, yuk kenali beberapa fakta tentang ular agar kita semakin memahami peran penting satwa ini di alam.
Salah satu anggapan yang paling sering terdengar adalah bahwa semua ular berbisa. Faktanya, dari lebih dari 4.000 jenis ular di dunia, hanya sekitar 600 jenis yang memiliki bisa, dan hanya sebagian kecil yang benar-benar berbahaya bagi manusia. Sebagian besar ular justru tidak berbisa dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Banyak orang juga percaya bahwa ular selalu mengejar manusia untuk menyerang. Padahal, ular pada dasarnya akan menghindari manusia. Gigitan biasanya terjadi ketika ular merasa terganggu, terpojok, atau sedang mempertahankan diri. Oleh karena itu, menjaga jarak dan tidak mengganggu ular merupakan langkah terbaik apabila bertemu satwa ini di alam.
Anggapan lain yang sering muncul adalah kulit ular berlendir dan bentuk kepala segitiga menandakan ular pasti berbisa. Faktanya, kulit ular bersifat kering dan diselimuti sisik, bukan berlendir seperti amfibi. Selain itu, bentuk kepala tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan apakah seekor ular berbisa atau tidak karena beberapa ular tidak berbisa juga memiliki bentuk kepala yang menyerupai segitiga.
Tidak sedikit pula yang menganggap ular sebagai hama yang harus dibunuh. Padahal, ular merupakan pemangsa alami yang membantu mengendalikan populasi tikus dan hewan pengerat lainnya. Peran tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan rantai makanan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan pertanian.
Melalui peringatan Hari Ular Sedunia, mari kita mengenal ular berdasarkan fakta, bukan mitos. Dengan memahami peran pentingnya di alam, kita dapat mengurangi kesalahpahaman terhadap satwa ini sekaligus meningkatkan kepedulian untuk menjaga kelestariannya. Selamat memperingati Hari Ular Sedunia, Sobat Satwa!
Penulis:
Anisah Hafizhah Fillah Mansyuruddin
Bahasa Inggris, Universitas Gadjah Mada
Referensi:
Sulthoni. (2023, July 15). Sejarah Hari Ular Sedunia 16 Juli dan alasan peringatannya. Tirto.id.
https://tirto.id/sejarah-hari-ular-sedunia-16-juli-dan-alasan-peringatannya-gMZW
Rahmat, A. A. (2026, July 1). 5 mitos tentang ular berbisa yang tak terbukti secara ilmiah. IDN Times.
Rahmat, A. A. (2026, July 1). Apakah semua ular berbahaya bagi manusia?. IDN Times. https://www.idntimes.com/science/discovery/apakah-semua-ular-berbahaya-bagi-manusia-c1c2-01-b11wj-0rm8w3