Gembira Loka Zoo

detil

koleksi

Reptil merupakan hewan berdarah dingin yang hanya dapat bertahan hidup di kawasan dengan suhu tertentu (hangat). Kulit reptil berupa sisik yang tidak dapat tumbuh sehingga apabila tubuhnya bertambah besar maka lapisan kulit tersebut akan terkelupas dan diganti lapisan kulit baru. Reptil bereproduksi dengan bertelur.

koleksi > Reptilia

Biawak Pohon Biru

Varanus macraei

Biawak Pohon Biru

Klasifikasi : Bangsa Squamata, Suku Varanidae

Deskripsi :

Biawak ini memiliki ekor yang panjangnya 2/3 dari panjang tubuhnya secara keseluruhan. Ekornya sangat berguna untuk mengait pada ranting atau dahan saat berada di pohon.Tubuhnya tampak gepeng di bagian punggung dan berwarna kehitaman atau abu abu yang sangat gelap dan ditandai dengan bintik bintik berbentuk mata berwarna biru kehijauan. Terdapat pola gelang gelang berwarna biru keabu abuan di sepanjang ekor biawak blue spotted ini. Perutnya berwarna abua-abu hingga biru pucat dengan bintik bintik abu-abu tua.Lidah biawak ini berwarna merah muda pucat.Ukuran tubuh biawak jantan lebih besar dari ukuran tubuh biawak betina. Panjang tubuhnya sekitar 35 cm dari ujung kepala hingga anus, sedangkan panjang total dapat mencapai 100 cm atau lebih.

 

Perilaku : Biawak ini aktif di siang hari dan lebih banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Cakarnya yang tajam membuat biawak ini memiliki pegangan yang aman dan mereka bisa memanjat dengan mudah tanpa kesulitan.Selama berpidah di antara cabang-cabang pohon, biawak ini menggunakan ekornya sebagai alat untuk mencengkeram dahan, yaitu dengan mengait di dahan, biawak biru ini bisa menggulung ekornya pada bidang horizontal di badannya & dengan cepat menguraikan ekornya untuk digunakan sebagai alat pertahanan.Spesies pemalu dan menghindari predator dengan meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya & berlindung di sela-sela batang pohon.

Reproduksi : Jumlah telur yang dikeluarkan betina setiap kali bertelur antara 3-6 butir, dan telur akan di inkubasi di serasahan daun-daunan atau timbunan tanah dan akan menetas dalam kurun waktu 150 hari.

Pakan : Biawak ini memakan serangga, belalang, jangkrik, ngengat, kumbang, kadal kecil, telur burung, katak dan berbagai jenis vertebrata kecil lain.

Habitat : Habitat alaminya yaitu di hutan tropis. Blue-spotted monitor juga merupakan biawak yang pendistribusiannya paling kecil dari banyaknya jenis biawak lain. Biawak ini hanya terdapat di Pulau Batanta, barat laut Vogelkop Peninsula, Irian Jaya, dan Papua Nugini.

Gembira Loka Zoo Map